cypresslakeairboattours.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 28,38 poin atau 0,39 persen pada posisi 7.307,59 pada Kamis sore. Kenaikan ini terjadi meskipun ada kekhawatiran akan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan pihak Amerika Serikat serta Israel.
Pakar pasar dan Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa meskipun bursa Asia mengalami penurunan, IHSG mampu bertahan di zona positif. Kenaikan harga minyak global yang sedikit menguat, dengan minyak WTI mencapai 97,44 dolar AS per barel dan Brent di level 97,77 dolar AS per barel, turut mempengaruhi pasar.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa ada beberapa elemen dalam proposal gencatan senjata yang dilanggar, menyusul serangan Israel terbaru ke Lebanon. Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik mobil listrik dan menegaskan komitmennya mendukung hilirisasi, serta memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional aman untuk setahun ke depan.
Dalam perdagangan, sektor energi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 2,03 persen, sementara sektor industri mengalami penurunan tertinggi sebesar 1,36 persen. Dari total transaksi, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.242.170 kali dengan nilai mencapai Rp16,97 triliun. Tercatat 278 saham mengalami kenaikan, 378 saham menurun, dan 164 tidak bergerak.
Secara keseluruhan, bursa saham regional Asia juga menunjukkan performa yang melemah, dengan indeks Nikkei, Shanghai, dan Kuala Lumpur semuanya berakhir di zona merah. Ke depan, investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi kondisi pasar.
![IHSG Naik Meski Ada Kekhawatiran Gencatan Senjata AS-Iran | cypresslakeairboattours.com [original_title]](https://cypresslakeairboattours.com/wp-content/uploads/2026/04/pembukaan-ihsg-usai-libur-lebaran-2760778.jpg)