cypresslakeairboattours.com – Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh Chief Asia Equity Strategist HSBC Investment Global Research, Herald van der Linde, menunjukkan optimisme. Ia memperkirakan IHSG dapat mencapai 9.700 pada tahun 2026, meningkat signifikan dari posisi saat ini yang berada di sekitar 8.600. Proyeksi ini diungkapkan dalam acara “Outlook Makro Ekonomi dan Prospek Investasi Indonesia 2026” yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin.
Herald menyatakan bahwa meskipun terdapat prospek yang positif bagi pasar saham Indonesia, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait dengan volatilitas nilai tukar rupiah dan arus modal dari investor asing. “Kami percaya ada potensi kenaikan yang baik di pasar saham Indonesia,” ucapnya. Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan IHSG akan didorong oleh perbaikan dalam rasio Price to Earnings (PE Ratio) serta ekspektasi kinerja laporan keuangan yang membaik dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI.
Meskipun demikian, untuk mencapai target tersebut, sentimen pasar global akan menjadi faktor kunci, terutama terkait perusahaan berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI). Herald menekankan perlunya perhatian terhadap tren global yang dapat mempengaruhi pendorong pasar domestik.
Di sisi lain, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp14,5 triliun dan mencanangkan 50 Initial Public Offering (IPO) baru pada 2026, serta penambahan dua juta investor baru.
Pada penutupan perdagangan hari Senin, IHSG tercatat melemah 52,03 poin atau 0,58 persen, berada di angka 8.884,71. Dengan total frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 5 juta kali, 279 saham mengalami kenaikan, sedangkan 435 lainnya mengalami penurunan.
![HSBC Perkirakan IHSG Mencapai 9.700 pada 2026 | cypresslakeairboattours.com [original_title]](https://cypresslakeairboattours.com/wp-content/uploads/2026/01/upscalemedia-transformed-5.jpeg)