Stabilitas Makro Dukung IHSG Meski Ada Tensi AS dan Venezuela

[original_title]

cypresslakeairboattours.com – Stabilitas makroekonomi domestik menjadi pendorong utama kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sekaligus meredam dampak dari konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menjelaskan bahwa sentimen domestik dan regional lebih berpengaruh pada penguatan IHSG ketimbang ketegangan geopolitik tersebut.

Reydi mengungkapkan bahwa meskipun konflik di dua negara tersebut secara global menjadi sorotan, dampaknya terhadap pasar keuangan tidak signifikan. Oleh karena itu, pelaku pasar tidak melakukan aksi jual besar-besaran. Stabilitas makroekonomi, optimisme yang mengemuka di awal tahun, dan pergeseran minat investasi ke sektor komoditas energi dan emas menjadi faktor-faktor yang menjaga IHSG tetap menguat.

Pasar saat ini lebih memperhatikan faktor fundamental, seperti kebijakan suku bunga global, terutama kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve. Kebijakan ekonomi domestik pasca-transisi pemerintahan serta performa laba emiten besar juga turut memengaruhi tren pasar.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada tanggal 5 Januari 2023, IHSG berada di level 8.822,71 setelah menguat 0,85 persen dengan total transaksi mencapai Rp24,68 triliun. Tercatat, 411 saham mengalami kenaikan, sedangkan 270 saham turun, dan 125 saham tetap tidak berubah.

Konflik antara AS dan Venezuela mengalami kemunculan kembali setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS pada 3 Januari 2023, yang kemudian dibawa ke New York. Namun, Reydi menegaskan bahwa untuk saat ini, pelaku pasar tetap optimis dan fokus pada kestabilan ekonomi domestik ketimbang isu internasional yang belum berdampak signifikan.

Dewi Anggraini

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *