Peredaran Narkoba di Lapas Mendorong Pembentukan Panja oleh DPR

[original_title]

cypresslakeairboattours.com – Komisi XIII DPR RI telah mengambil langkah penting dengan membentuk panitia kerja (panja) untuk memperbaiki sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap maraknya peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan, yang terbaru melibatkan aktor Ammar Zoni. Ia ditemukan mengedarkan narkoba saat ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Komisi XIII, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan pola berulang yang memerlukan evaluasi menyeluruh. “Kami minta untuk dilaksanakan panja. Peristiwa seperti ini kan berulang terus, sehingga perlu ada asesmen menyeluruh mengapa ini terjadi,” ujar Andreas pada hari Jumat (17/10).

Andreas juga menekankan minimnya sumber daya manusia sebagai salah satu masalah utama. Keluhan dari kantor wilayah menunjukkan bahwa seorang petugas lapas sering kali harus mengawasi hingga 40 narapidana, sehingga pengawasan menjadi kurang efektif. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini berdampak signifikan terhadap pencegahan peredaran narkoba.

Panja ini diharapkan dapat menyelidiki lebih dalam faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya pengawasan dan mencari masukan dari para ahli serta masyarakat. Andreas menegaskan pentingnya mendalami akar masalah agar insiden serupa tidak terulang. Ia juga mencurigai adanya keterlibatan pihak luar dalam peredaran narkoba oleh Ammar Zoni saat berada di dalam tahanan, mempertanyakan mengapa barang terlarang itu bisa masuk ke dalam lapas yang seharusnya ketat pengawasannya.

Pembentukan panja merupakan langkah proaktif DPR dalam mengatasi permasalahan ini secara serius demi meningkatkan integritas lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

Dewi Anggraini

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *