Pengamat Tegaskan Pentingnya Kesiapan Pasar di Masa Free Float Naik

[original_title]

cypresslakeairboattours.com – Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, mengingatkan pentingnya kesiapan daya serap pasar seiring dengan adanya rencana peningkatan ketentuan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Menurutnya, pelepasan saham ke publik harus dilakukan dengan timing yang tepat dan secara bertahap agar tidak menekan harga saham di pasar.

Reydi mencatat potensi risiko oversupply yang dapat terjadi saat ketentuan baru ini mulai diterapkan. Ia menjelaskan bahwa meskipun secara teori peningkatan free float dapat meningkatkan likuiditas dan membuat harga saham menjadi lebih realistis, namun pada fase awal akan ada kemungkinan terjadinya penurunan harga akibat kelebihan pasokan.

Tantangan utama yang dihadapi adalah struktur kepemilikan saham yang telah sangat terkonsentrasi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar. Reydi juga menyoroti respon investor, di mana investor institusi kemungkinan akan memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan ini karena manfaat transparansi serta kualitas pasar yang lebih baik. Sebaliknya, investor ritel mungkin akan lebih selektif, terlebih jika ada tekanan harga dalam jangka pendek.

Bagi emiten, Reydi berpendapat bahwa emiten yang memiliki fundamental kuat akan diuntungkan karena lebih mudah menarik perhatian indeks global dan investor asing. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan bahwa likuiditas yang akan diserap pasar mencapai sekitar Rp187 triliun untuk mendukung 267 emiten dalam menaikkan free float mereka.

BEI juga mengungkapkan bahwa tahap awal penerapan ketentuan minimum akan diprioritaskan untuk 49 emiten berkapitalisasi pasar besar, dengan penyesuaian peraturan yang ditargetkan mulai berlaku pada Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memberikan notasi khusus bagi emiten yang belum memenuhi ketentuan baru ini, untuk membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Dewi Anggraini

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *