cypresslakeairboattours.com – Penyesuaian batas free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen dianggap sebagai langkah positif untuk pasar saham Indonesia, menurut ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee. Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, ia menegaskan bahwa meskipun perubahan ini membawa keuntungan, perusahaan tercatat membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap peraturan baru tersebut.
Hans menjelaskan bahwa dengan meningkatnya batas free float, potensi terjadinya transaksi yang terkoordinasi di pasar saham dapat diminimalkan. “Free float yang lebih besar membuat potensi perdagangan terkoordinasi mengecil,” ujarnya. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan mengurangi risiko manipulasi harga saham.
Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko negatif terkait minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Dengan pengaturan free float yang lebih tinggi, perusahaan baru mungkin akan kesulitan menarik minat investor karena persyaratan mencapai 25 persen. “Negatif bagi perusahaan yang ingin IPO, karena mereka kesulitan mendapatkan investor untuk mencapai batas tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk mendukung reformasi integritas pasar modal melalui penerapan peraturan baru tentang jumlah saham free float bagi perusahaan yang berencana melakukan IPO. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Nomor I-A dan rencananya akan mulai diimplementasikan pada Maret 2026. Masa transisi disiapkan untuk memberikan waktu bagi emiten melakukan penyesuaian sesuai kebijakan baru tersebut.
![Ekonom: Batas Free Float 15 Persen Cegah Manipulasi Saham | cypresslakeairboattours.com [original_title]](https://cypresslakeairboattours.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-01-23-at-16.25.19-2-1.jpeg)
![Arsenal Targetkan Kemenangan Melawan Sunderland di Emirates | cypresslakeairboattours.com [original_title]](https://cypresslakeairboattours.com/wp-content/uploads/2026/02/1770467214_68882089a5aba83b81ed.jpg)