DPR Ajukan Kenaikan Bertahap Free Float Menjadi 30 Persen

[original_title]

cypresslakeairboattours.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kesiapannya untuk mempertimbangkan usulan kenaikan minimum free float, atau jumlah saham yang diperdagangkan ke publik, hingga mencapai 30 persen. Langkah ini diambil secara bertahap, dengan penguatan aturan dari 7,5 persen menjadi 10 persen untuk perusahaan yang tercatat di pasar modal.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa. Ia menegaskan pentingnya kesepakatan bertahap dalam proses ini.

Di sisi lain, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna juga menekankan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian mendalam tentang aturan free float. Kajian ini bertujuan untuk menyesuaikan kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan kemampuan investor.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengusulkan bahwa free float di pasar modal Indonesia perlu ditingkatkan menjadi di atas 30 persen, merujuk pada standar di negara-negara ASEAN lainnya. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki free float yang masih rendah dibandingkan dengan mitra-mitra di kawasan.

Free float sendiri adalah jumlah saham yang diperdagangkan secara bebas oleh publik dan tidak mencakup pemegang saham pengendali maupun manajemen perusahaan. Hingga 3 Oktober 2025, OJK mencatat kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp15.000 triliun, dengan jumlah investor tercatat sebanyak 18,7 juta dan sebanyak 966 perusahaan terdaftar di bursa.

Dewi Anggraini

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *